Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan

Jumat, 23 Februari 2024

Kenali Ciri-ciri Lingkungan Kerja Yang Toxic


Kata toxic sudah sering kita dengar bahkan sangat popular pada saat ini. Kata toxic ini sendiri digunakan untuk menggambarkan suatu kondisi atau lingkungan yang tidak sehat sehingga berdampak bagi kesehatan mental seseorang. Berada di lingkungan kerja yang toxic tentunya tidaklah mudah bagi kita, hal ini sangat mempengaruhi produktivitas dan intensitas di dalam bekerja yang akan membawa dampak negatif bagi diri kita maupun rekan kerja yang lain.

Lingkungan kerja yang toxic ditandai dengan ciri-ciri sebagai berikut:
1. Tidak ada kesempatan untuk berkembang
Tidak adanya kesempatan, perhatian dan support maupun apresiasi dari atasan atas hasil kerja membuat kita sangat sulit untuk berkembang.

2. Terjadinya persaingan yang tidak sehat
Persaingan yang tidak sehat di dunia kerja ini kerap terjadi antar sesama rekan kerja bahkan hingga sikut menyikut.

3. Beban dan jam kerja kurang seimbang
Beban kerja yang berlebihan dan jam kerja yang kurang seimbang sangat mempengaruhi produktivitas dalam bekerja sehingga target yang ingin dicapai tidak sesuai.

4. Rekan kerja tidak suka dengan kemajuanmu
Untuk menyelesaikan target yang telah diberikan itu tidaklah mudah sehingga dibutuhkan effort dalam menyelesaikan suatu target di dalam pekerjaan. Ketika kamu mampu membuat pencapaian atas kinerjamu dalam mencapai target yang telah ditetapkan, hal ini bisa saja membuat sebagian orang tidak suka atas pencapaianmu.

5. Miss komunikasi
Hal ini terjadi disebabkan kurangnya komunikasi dan interaksi antar sesama rekan kerja dalam menyelesaikan suatu pekerjaan.

6. Adanya tindakan pelecehan
Banyak hal bisa saja terjadi di lingkungan kerja termasuk adanya tindakan pelecehan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab baik itu pelecehan secara verbal maupun nonverbal atau dalam bentuk sebuah tindakan sehingga berdampak bagi korban dalam melaksanakan pekerjaannya sehari-hari.

7. Sering diremehkan
Senioritas di dalam lingkup dunia kerja atau posisinya lebih tinggi dari kita bukan berarti mereka memiliki hak untuk meremehkan kita begitu juga gelar dan pengalaman terkadang membuat seseorang merasa lebih baik dari kita. Jika hal ini terjadi dan mereka tidak memperlakukan kita tak sederajat, maka sudah saatnya untuk mempertimbangkan kembali pilihan pekerjaanmu.

8. Saling bergosip
Ciri lingkungan kerja toxic lainnya adalah rekan kerja yang gemar membicarakan situasi terutama keburukan orang lain, baik itu sesama rekan kerja, atasan atau bahkan orang tidak dikenal sekalipun. Selain itu, tipe-tipe orang seperti ini kerap menyerang personal rekan kerja lainnya, mereka juga cenderung merendahkan dan membuat rumor tanpa merasa bersalah bahkan terkadang mereka juga ikut campur dan mengungkit-ungkit kehidupan personal orang lain di tempat kerja.

Selasa, 14 November 2023

Kenali Crab Mentality (Mental Kepiting) Di Lingkungan Sekitar Kita

Banyak fenomena yang terjadi saat ini di lingkungan sekitar kita termasuk crab mentality atau dikenal dengan nama mental kepiting, ada banyak hal menarik untuk dibahas tentang crab mentality ini. Fenomena ini bisa saja terjadi di lingkungan kita baik itu lingkungan sosial di masyarakat, lingkungan kerja, sekolah maupun perkuliahan. Nah, dalam hal ini tidak jarang sebagian orang memaknai crab mentality ini sebagai sebuah perlombaan atau kompetisi.

Crab mentality adalah istilah yang menggambarkan sikap seseorang untuk menghalangi keberhasilan orang lain. Sikap seperti ini merupakan salah satu contoh atau bentuk persaingan yang tidak sehat dan dapat merugikan orang lain.

Istilah crab mentality ini menggambarkan sifat seperti sifat kepiting ketika sedang penuh sesak dalam sebuah ember. Jika salah satu dari kepiting tersebut berhasil naik dan akan keluar dari ember maka kepiting lainnya akan mencapit dan menarik kepiting tersebut agar kembali masuk ke dalam ember. Hal ini sebenarnya tanpa kita sadari sudah sangat sering terjadi di lingkungan sekitar kita. 

Ciri-ciri Crab Mentality
Crab mantality ini biasanya dimulai karena jiwa kompetitif dari seseorang. Hal ini bisa terjadi jika jiwa kompetitif yang terlalu berlebihan, sehingga menimbulkan sikap egiosme atau menang sendiri. Secara psikologi crab mentality atau mental kepiting ini adalah bentuk tindakan berdasarkan mental atau pemikiran bahwa jika saya tidak dapat memilikinya, kamu juga tidak. Crab mentality atau mental kepiting memiliki ciri-ciri yang dapat dilihat dari karakter seseorang. Ciri-ciri tersebut antara lain adalah sebagai berikut:
  1. Iri ketika melihat pencapaian orang lain dan sukses dalam menggapai cita-citanya.
  2. Beranggapan negatif ketika seseorang berhasil meraih kesuksesan.
  3. Jiwa kompetitif yang berlebihan dapat menimbulkan sikap menjatuhkan orang lain.
  4. Punya pola pikir bahwa ‘jika saya tidak bisa, maka seharusnya kamu juga tidak’.
  5. Beranggapan bahwa keberhasilan yang diraih oleh seseorang didapat karena sebuah keberuntungan dan bukan karena usahanya sendiri.
  6. Menganggap remeh usaha orang lain dalam mencapai sebuah kesuksesan.
Faktor Penyebab Munculnya Crab Mentality
Banyak faktor yang menyebabkan munculnya mental kepiting  baik itu faktor internal maupun faktor eksternal (budaya atau lingkungan). Faktor internal itu sendiri berasal dari diri sendiri seperti sikap egoisme, mau menang sendiri, ambisius, kurangnya rasa empati dan lain-lainFaktor eksternal (budaya atau lingkungan) juga sangat mempengaruhi munculnya mental kepiting, contohnya  seperti orang tua yang selalu membandingkan anak mereka satu sama lain atau dengan anak orang lain, tanpa disadari hal ini akan menimbulkan persaingan satu sama lain.

Cara Menghindari Crab Mentality
Berada pada kelompok atau lingkungan dengan orang yang memiliki sikap crab mentality bisa membuat kamu merasa rendah diri, tertekan, tidak nyaman dalam melakukan aktivitas sehari-hari, dan kehilangan kesempatan untuk mengembangkan kemampuan atau potensi diri. Oleh karena itu, ada beberapa hal yang dapat kamu lakukan untuk menghindari orang dengan sikap crab mentality antara lain dengan melakukan hal-hal berikut ini, yaitu:
  1. Tetap gigih dalam mencapai kesuksesan
  2. Mengembangkan kemampuan diri sendiri
  3. Sebagai bahan evaluasi diri ketika merasa gagal
  4. Berkelompok dengan orang yang suportif
Crab mentality ini sangat berpengaruh dalam kehidupanmu sehari-hari. Untuk itu mulailah fokus pada tujuan, kesuksesan dan pencapaian yang kamu impikan. Teruslah mengembangkan potensi yang ada pada dirimu dan jangan menyerah, carilah lingkungan yang benar-benar mendukungmu dan sportif. Hindarilah kelompok-kelompok yang hanya bisa menghambat kesuksesanmu, menjatuhkan mentalmu dan yang telah menurunkan rasa percaya dirimu.

Sumber :
Mental kepiting (19 Oktober 2022) https://id.wikipedia.org/wiki/Mental_Kepiting, diakses pada 11 November 2023.
https://www.alodokter.com/crab-mentality-sikap-orang-lain-yang-menghambat-kesuksesanmu, diakses pada 11 November 2023.

Sabtu, 28 Oktober 2023

Perempuan Dan Kesehatan Mental

 

Isu kesehatan mental ini sudah tidak asing lagi bagi kita, menjaga kesehatan mental itu sangat penting bagi siapa pun terutama bagi para perempuan dan banyak faktor yang menyebabkan kesehatan mental ini. Untuk itu, kita harus lebih terbuka untuk mengetahui dan memahami isu tentang kesehatan mental terutama bagi perempuan. Kesehatan mental bukan saja berpengaruh pada psikologis tetapi juga mempengaruhi kondisi tubuh secara keseluruhan tanpa disadari.

Perempuan sangat rentan mengalami gangguan kesehatan mental baik itu stres, kecemasan, depresi dan lainnya. Tingkat stres yang tinggi akan mempengaruhi kondisi psikologis, emosi, kejiwaan bahkan kondisi tubuh seseorang bahkan jika tidak mampu menahan dan menangani itu semua akan menyebabkan depresi, untuk itu banyak hal yang perlu dilakukan agar tetap bisa stabil di dalam kondisi apa pun agar kesehatan mental ini terjaga dengan baik.

Lingkungan sekitar juga sangat berpengaruh terhadap kondisi seseorang tercipta, banyak faktor yang mempengaruhi terjadinya gangguan kesehatan mental antara lain yaitu lingkungan sosial yang tidak mendukung, ekonomi, stres yang berkepanjangan, tekanan dalam bekerja, tekanan di dalam rumah tangga atau kekerasan di dalam rumah tangga, pelecehan seksual dan banyak hal lain lagi yang memicu terjadinya gangguan kesehatan mental tersebut sehingga berdampak turunnya produktivitas. Jika kesehatan mental baik, seseorang cenderung lebih fokus, kreatif bahkan lebih produktif dalam menjalankan perannya di kehidupannya sehari-hari. Sungguh tidak mudah bukan bagi kita untuk melewati itu semua tetapi banyak cara yang dapat dilakukan agar kesehatan mental kita tetap terjaga. Jangan pernah mengabaikan betapa pentingnya kesehatan mental ini sebab tidak mudah bagi setiap orang untuk menyadari sepenuhnya bahwa kesehatan mental sangat berpengaruh di dalam kehidupannya sehari-hari.

Sebagai perempuan sebenarnya banyak cara yang bisa dilakukan dalam mengelola stres agar kesehatan mental bisa tetap terjaga, salah satunya yaitu dengan melakukan hal-hal yang berhubungan dengan hobi dan kebiasaan masing-masing sebab seorang perempuan biasanya bisa melakukan banyak hal di saat bersamaan atau dengan kata lain multitasking. Nah, hal ini sangat penting diketahui bersama oleh kita agar kita tetap aware dengan isu kesehatan mental ini dan lingkungan di sekitar kita. Dan banyak cara yang bisa dilakukan agar gangguan kesehatan mental ini teratasi bagi perempuan misalnya disela-sela kesibukannya bisa melakukan aktivitas atau hobi yang mereka suka, manfaatkan waktu sebaik-baiknya untuk melakukan aktivitas yang bisa mengalihkan pikiran dari hal-hal negatif dan sesuai dengan hobi masing-masing. Nah, melakukan sesuatu yang sesuai dengan hobi, apa yang disukai dan sesuai dengan keinginan merupakan salah satu cara terbaik agar kesehatan mental tetap terjaga.

Mental yang sehat akan sangat berpengaruh di dalam kehidupan sehari-hari kita dan bagaimana cara kita memandang segala sesuatu itu secara positif walaupun kita tahu tidak semua hal itu sesuai dengan yang kita harapkan.

Sabtu, 07 Oktober 2023

Cara Mengatasi Burnout Dalam Bekerja

Akhir-akhir ini banyak sekali istilah psikologi yang popular di masyarakat salah satunya burnout. Dalam hal ini kita dapat mengenal lebih dekat apa itu burnout? Apa saja faktor yang menyebabkan burnout? Siapa yang mengalami burnout? Bagaimana bisa terjadi burnout? Apa ciri-ciri burnout? Dan bagaimana cara mengatasi burnout dalam bekerja?.

Nah, apa itu burnout? Burnout adalah suatu kondisi di mana tubuh mengalami kelelahan, baik secara fisik, emosional, dan juga mental. Burnout juga menggambarkan suatu kondisi stres berat yang dipicu oleh pekerjaan. Stres kerja diartikan sebagai suatu situasi yang tercipta di mana faktor terkait pekerjaan (work related factors) berinteraksi dengan faktor di dalam diri karyawan, dan mengubah kondisi fisiologis dan/atau psikologis sedemikian rupa sehingga memaksa seseorang menyimpang dari fungsi normalnya (Bernadin, 1990).

Burnout atau kelelahan kerja adalah hasil dari stres, kelelahan, dan ketidakpuasan di tempat kerja. Dalam keadaan burnout, hal-hal yang biasanya penting bagimu jadi tidak bermakna lagi. Pada keadaan seperti ini, perasaan putus asa akan dengan mudah muncul dan menguasaimu. Burnout terjadi secara bertahap dan tidak secara langsung karena disebabkan oleh berbagai macam faktor penyebab seperti stres yang berkepanjangan. Untuk itu, kamu perlu mencari tahu apa penyebab burnout yang kamu alami dan bagaimana menyelesaikannya.

Stres merupakan perasaan yang umumnya dapat kita rasakan saat berada di bawah tekanan, merasa kewalahan, atau kesulitan menghadapi suatu situasi bahkan stres akan selalu ada sebagai respons alami yang diperlukan manusia yang merupakan bagian dari kehidupan. Namun jika kita mengalami stres yang berkepanjangan dan lebih besar dari kemampuan kita untuk mengatasinya, ini akan membuat kita terkuras secara fisik maupun emosional. Stres dalam bekerja merupakan salah satu masalah kesehatan kerja yang sering dialami oleh setiap individu yang bekerja dan ini tidaklah mudah, banyak hal yang harus dilakukan agar bisa mengelola stres dengan baik.

Banyak hal yang menyebabkan burnout dan bukan hanya pekerjaan saja tetapi gaya hidup maupun kepribadian juga mempengaruhi terjadinya burnout. Siapa pun yang merasa memiliki terlalu banyak pekerjaan dan diremehkan, berisiko mengalami burnout. Selain itu gaya hidup akan mempengaruhi kepribadian seseorang dalam mengalami burnout. Burnout bukan saja dialami oleh pekerja tetapi orang lain pun bisa mengalaminya. Oleh karena itu dibutuhkan kemampuan dalam menangani emosi, mengelola stres dengan baik dan bagaimana pandanganmu tentang kehidupan.

Burnout setiap orang berbeda-beda, berikut ini ciri-ciri burnout yang perlu diketahui yaitu:
    1. Kelelahan
    2. Mudah marah
    3. Depresi
    4. Merasa tidak berguna
    5. Menarik diri dan cenderung menghindar
    6. Motivasi bekerja menurun
    7. Tidak produktif dalam bekerja
    8. Mudah sakit

Saat kamu mulai lelah dengan berbagai hal di sekelilingmu menjadi terlalu berat untuk diatasi, saatnya untuk berhenti sejenak dan melihat kembali bagaimana kamu bisa menolong dirimu sendiri. Tujuannya tentu saja agar kamu bisa kembali berpikir positif dan sehat secara fisik maupun mental. Terjadinya burnout dapat menjadi penanda bahwa Anda membutuhkan istirahat untuk sementara waktu. Jika tidak dilakukan, maka burnout bisa mempengaruhi banyak aspek kehidupan Anda. Bukan hanya burnout dalam bekerja, tetapi juga kehidupan pribadi, bahkan lingkungan sosial.

Berikut ini cara mengatasi burnout dalam bekerja atau sehari-hari yang perlu dilakukan yaitu:
    1. Tidur yang cukup
    2. Lakukan aktivitas yang sesuai hobimu
    3. Me time
    4. Menyusun prioritas
    5. Ubah gaya hidup
    6. Menjaga keseimbangan hidup
    7. Mengubah cara pandang tentang pekerjaan
    8. Mengapresiasi diri dan mengurangi ekspektasi yang berlebihan

Kenali Ciri-ciri Lingkungan Kerja Yang Toxic

Kata toxic sudah sering kita dengar bahkan sangat popular pada saat ini. Kata toxic ini sendiri digunakan untuk menggambarkan suatu kondisi ...